Sidang Tahunan para Uskup Waligereja Indonesia 8-12 November 2010 di Kantor KWI, Jl. Cut Meutia 10 Jakarta

SINODE Para Uskup Indonesia tahun 2015 mulai dilaksanakan secara resmi dibuka oleh Ketua Presidium KWI, Mgr. Ignatius suharyo, Senin (9/11/2015) di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Jl. Cut Mutiah 10, Jakarta. Selain para Uskup se-Indonesia, sekretaris eksekutif, direktur, kepala dari Komisi, Lembaga dan Departemen di KWI, hadir pula Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Dalam sambutannya, Mgr. Antonio mengungkapkan harapannya mengenai perlunya komunikasi yang tulus antara para Uskup seluruh Indonesia dan Nuntio. “Jika para Uskup datang ke Jakarta, jangan lupa untuk mampir di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia di Jl Medan Merdeka Tmr 18, Jakarta Pusat.

Harapan itu disampaikan Mgr. Antonio sehubungan dengan banyak hal yang dapat disahringkan bersama dengan para Uskup, baik menyangkut Gereja Universal maupun Gereja Lokal.

Sebelumnya, Ketua Presidium KWI, Mgr. Ignatius Suharyo, dalam arahan pembukaan mengajak peserta sidang sinodal untuk merenungkan dan mempertanyaakan secara lebih mendalam makna dari sidang sinodal.

“Apa makna sesungguhnya dari sidang sinodal yang hari ini resmi dibuka,” sebuah pertanyaan yang, menurut Mgr. Suharyo sangat mendesak dan relevan untuk dicarikan jawabannya.

Menurut Mgr. Suharyo, bila sidang sinodal hanya dimaknai secara terbatas sebagai sebuah kesempatan bagi peserta sidang untuk memilih fungsionaris baru, maka pemaknaan seperti itu perlu dijelaskan secara sempurna.

Pada kesempatan ini, Mgr. Suharyo menawarkan sebuah makna baru berdasarkan bingkai pemikiran dari dokumen-dokumen sidang terdahulunya. “Di dalam sidang sinodal ini, demikian Mgr. Suharyo, diharapkan para peserta sidang dapat menghadirkan sebuah cakrawala baru secara bersama-sama terutama berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan kantor KWI.”

Berdasarkan agenda sidang yang telah ditetapkan oleh Panitia, materi sidang Sinodal hari ini mencakup pembacaan laporan kegiatan oleh Sekretariat Jenderal KWI. Namun, agenda ini tidak dapat dibacakan langsung oleh Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Johannes Maria Trilaksyanto Pujasumarta dikarenakan saat ini masih dalam proses perawatan, maka acara ini didelegasikan kepada Romo Edy Purwanto selaku Sekretaris Ekskutif KWI.

Pada sesi pembukaan sidang Sinodal ini dibacakan pula laporan ringkas karya-karya KLSD yang dibawakan oleh Romo Edy Purwanto selaku Sekretaris Eksekutif KWI. Setelah sesi laporan, sidang dilanjutkan dengan pendalaman materi melalui tanya jawab dari para Uskup kepada para sekretaris yang telah dikelompokan berdasarkan rumpun kerja. Rumpun pewartaan yang terdiri dari Komisi Liturgi, Komisi Kateketik, Komisi Teologi, Komisi Komunikasi Sosial, Komisi Karya Misioner dan Lembaga Biblika Indonesia mendapat kesempatan pertama untuk sesi Tanya jawab dari para Uskup yang hadir. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Panitia, Sidang Sinodal 2015 ini dilangsungkan dari 9 Nopember hingga 12 Nopember 2015.

Penulis: RD. Kamilus Pantus

PEMILIHAN para fungsionaris baru di jajaran KWI akhirnya membuahkan hasil dengan susunan kepengurusan baru sebagai berikut:

Para anggota Presidium KWI

Para Ketua Komisi

  1. Komisi HAK: Mgr. Harun Yuwono, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Lampung.
  2. Komisi Misioner: Mgr. Edmund Woga CSsR, Uskup Keuskupan Weetebula, Sumba, NTT.
  3. Komisi Kateketik: Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Bogor, Jawa Barat.
  4. Komisi Kerawam: Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Keuskupan Ende, Flores, NTT.
  5. Komisi Komunikasi Sosial (Komsos): Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Papua.
  6. Komisi Liturgi: Mgr. Petrus Boddeng Timang, Uskup Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  7. Komisi Pendidikan: Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap, Uskup Keuskupan Padang, Sumatera Barat.
  8. Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE): Mgr. Yohanes Philipus “Gaiyabi” Saklil, Uskup Keuskupan Timika, Papua.
  9. Komisi Seminari: Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap, Uskup Keuskupan Sibolga, Sumatera Utara.
  10. Komisi Kepemudaan: Mgr. Pius Riana Prabdi, Uskup Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat.
  11. Komisi Teologi: Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF, Uskup Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
  12. Komisi Keluarga: Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Uskup Keuskupan Larantuka, Flores, NTT.
  13. Komisi Keadilan dan Perdamaian, Migran dan Perantau: Mgr. Dominikus Saku, Uskup Keuskupan Atambua, Timor, NTT.

Ketua Urusan Keuangan: Mgr. Silvester San, Uskup Keuskupan Denpasar
Anggota: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono (Surabaya), Mgr. Agustinus Agus (Pontianak/Administrator Keuskupan Sintang)

  1. Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan: Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Uskup Keuskupan Surabaya.
  2. Delegatus Kitab Suci: Mgr. Johannes Liku-Ada’, Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar, Sulawesi Selatan.
  3. Delegatus Karya Kesehatan: Mgr. Hubertus Leteng, Uskup Keuskupan Ruteng, Flores, NTT.
  4. Ketua Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia: Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang.
  5. Moderator Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan: Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC, Uskup Agung Keuskupan Agung Merauke, Papua Barat.
  6. Penghubung KOPTARI: Mgr. Aloysius Murwito OFM, Uskup Keuskupan Agats-Asmat, Papua.
  7. Episkopal Karismatik: Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Kepulauan Bangka.

sumber :